Parkir Jurnal

Abstrak. Substitusi fluida merupakan bagian dari studi seismik untuk memodelkan dan menghitung berbagai macam skenario substitusi fluida yang memberi petunjuk pada pengamatan respon AVO (Amplitude Variation with Offset) dan data seismik post stack. Substitusi fluida melibatkan persamaan Gassmann yang akan mengestimasi efek fluida terhadap parameter modulus bulk. Prediksi parameter modulus bulk ini dapat dipakai untuk mencari keberadaan hidrokarbon.
Eksperimen dilakukan terhadap beberapa sampel core batuan karbonat formasi Parigi di daerah Cirebon. Batuan karbonat yang diprediksi berkategori reef dengan kandungan mineral Calcite yang dominan. Kemudian diukur di dalam laboratorium seismik batuan tekanan tinggi dengan variasi tekanan berupa overburden dan pore pressure. Pengamatan dilakukan saat fluida berupa air disubstitusikan ke dalam batuan serta mengamati efek fluida yang terjadi ketika variasi tekanan diberikan. Pengaruh dari kehadiran fluida ini akan digunakan untuk menjelaskan efek substitusi fluida pada batuan karbonat.
Kenaikan atau bertambahnya kecepatan gelombang-P ini berbanding lurus dengan modulus bulk dari fluida pengisi pori, sedangkan kecepatan gelombang-S cenderung menurun dengan kehadiran fluida. Hal ini menyatakan bahwa asumsi Gassmann tidak berlaku untuk batuan karbonat.

Download

Abstract. Makalah ini membahas suatu metoda kontrol yang disebut kontrol sinyal rujukan (set-point) dengan pengambilan keputusan menggunakan logika fuzzy. Metoda ini dirancang untuk mengurangi keterbatasan sistem kontrol umpan balik yang harus mempunyai penguatan pengontrol tinggi untuk menghasilkan kinerja transien yang cepat. Metoda kontrol sinyal rujukan dapat memperbaiki kinerja transien dengan tanpa mempengaruhi karakteristik dinamik sistem kontrol lup tertutupnya. Pada makalah ini, pengontrol umpan balik yang digunakan adalah pengontrol PID dan kontrol sinyal rujukan menggunakan pengambilan keputusan dengan sistem fuzzy berdasarkan sinyal kesalahan. Kinerja metoda kontrol sinyal rujukan dengan sistem logika fuzzy dan sistem kontrol umpan balik dengan pengontrol PID diperlihatkan oleh beberapa hasil simulasi pada model umum sistem berorde satu dan dua dengan waktu mati.

Download

Abstract. Hujan menimbulkan aliran di daratan, baik aliran permukaan maupun aliran di dalam tanah. Pada jurnal ini, akan dibahas mengenai perangkat lunak yang dapat digunakan untuk memodelkan aliran di permukaan. Perangkat lunak ini dikembangkan berdasarkan persamaan Saint Venant, dengan menggunakan skema pengepingan MacCormack 2D. Perhitungan limpasan permukaan terhadap waktu dilakukan untuk 5 profil permukaan tanah yang berbeda, profil datar, segitiga, parabolik, dan 2 profil alam. Pada profil yang berbentuk datar, dilakukan perbandingan solusi antara analitik dan numerik yang menunjukkan bahwa keduanya tidak jauh berbeda.

Download

Abstrak. Makalah ini menyajikan hasil studi pemodelan mengenai pola aliran turbulen 2 dimensi pada sebuah saluran yang mengalami ekspansi dengan memanfaatkan model depth averaged κ-ε. Model numerik dikembangkan berdasarkan metoda beda hingga, dimana untuk pemecahan persamaan hidrodinamik digunakan kombinasi metoda ekplisit Mac Cormack dan metoda pemisahan operator splitting. Sebagai tracer untuk melakukan visualisasi struktur aliran digunakan model transport kualitas air. Suku konveksi, difusi, dan reaksi diselesaikan dengan skema QUICKEST, Central Scheme, dan Euler Scheme. Hasil yang dicapai model dalam mensimulasikan pola arus untuk kasus saluran lurus dan ekspansi menunjukan tingkat kesesuaian yang cukup baik dengan hasil pengukuran di Laboratorium. Dibandingkan dengan model non turbulen, hasil model menunjukkan peningkatan akurasi yang signifikan dalam hal besar kecepatan arus, pola arus dan sebaran konstituent kualitas air, terutama pada zona resirkulasi. Model dapat mensimulasikan pola sirkulasi arus dan terbentuknya vorteks pada zona sirkulasi. Namun demikian, untuk aliran dengan bilangan Reynold cukup rendah, osilasi dan ketidakstabilan numerik masih menjadi kendala.

Download

Abstrak. Fe(II) terlarut dapat bergabung dengan zat organik dan membentuk senyawa kompleks yang sulit untuk dihilangkan dengan aerasi biasa. Salah satu teknologi alternatif untuk menghilangkan besi tersebut adalah dengan Advanced Oxidation Processes (AOPs) yang dapat menghasilkan radikal hidroksil (OH•). OH radikal yang terbentuk mempunyai potensial oksidasi yang tinggi sehingga diharapkan mampu mengoksidasi senyawa besi kompleks zat organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penurunan besi menggunakan H2O2-UV, kinetika reaksi yang terjadi, dan melihat pengaruh masing-masing faktor serta interaksi setiap faktor terhadap reaksi oksidasi besi melalui uji statistik. Penelitian ini dilakukan secara batch dengan variasi konsentrasi besi total awal: 3, 5, dan 10 mg/l; Fe:H2O2 = 1:5, 1:8, dan 1:10 (mol/mol); dengan perlakuan menggunakan UV 3×10 watt dan tanpa UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi H2O2-UV 3×10 watt memberikan efisiensi penurunan besi yang paling baik pada dosis Fe:H2O2 = 1:5, yaitu 99% dan H2O2 menghasilkan efisiensi paling baik pada dosis Fe:H2O2 = 1: 8, yaitu 84%. Semakin besar konsentrasi besi total awal semakin kecil persen penurunan besi. Tetapi tidak selamanya penambahan dosis H2O2 akan meningkatkan efisiensi. Sedangkan sinar UV memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap oksidasi besi apabila dikombinasikan dengan H2O2. Reaksi oksidasi besi ini menghasilkan orde pertama-semu untuk penurunan besi kompleks zat organik dan konstanta laju reaksi semakin besar apabila oksidasi menggunakan H2O2-UV 3 x10 watt. Proses oksidasi dengan H2O2-UV 3×10 watt ini akan menghasilkan persen penurunan Fe-R sebesar 67% setelah diujikan pada air sumur di daerah Bandung.

Download

berbagai stasiun di sekitarnya, yaitu HNR, MSVF, CTAO dan SNZO untuk menyelidiki struktur kecepatan gelombang S di bawah Plato Ontong-Jawa (POJ) di Equator Pasifik Barat. Seismogram sintetik dihitung dengan metoda GEMINI, yang input awalnya adalah model bumi PREMAN, solusi CMT gempa dan koordinat stasiun observasi. Fase-fase gelombang S, Love dan Rayleigh, dan gelombang dalam ScS, ScS2 dan fase-fase dalam yang dipantulkan oleh permukaan bumi digunakan dalam penelitian ini. Perbandingan seismogram antara seismogram terukur dan sintetiknya menunjukkan diskrepansi yang berbeda-beda untuk beragam arah azimuth dari hiposenter. Di daerah POJ ke tenggara anomali bernilai negatif, sama dengan hasil riset seismologi sebelumnya di daerah yang sama. Ke arah stasiun MSVF daerah POJ memiliki anomali positif, berbeda dengan hasil riset seismologi sebelumnya. Anomali terjadi tidak hanya di mantel atas, tetapi juga pada lapisan-lapisan di bawahnya hingga CMB.

Download

Abstrak. Informasi kondisi arus lalulintas sangat berguna pagi pengguna jalan karena pengguna jalan tersebut dapat memilih dan menentukan rute perjalanan terbaik yang akan dilaluinya sebelum melakukan perjalanan. Penelitian ini bertujuan akhir untuk mengembangkan sistem informasi arus lalulintas bagi pengguna jalan untuk wilayah Kota Bandung, yang dikembangkan menggunakan data arus lalulintas secara waktu nyata. Masukan utama yang diperlukan untuk mengembangkan sistem informasi tersebut adalah Matriks Asal-Tujuan (MAT) yang dikembangkan berdasarkan informasi arus lalulintas. Pada penelitian tahap ini telah ditinjau beberapa faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan akurasi MAT yang dihasilkan dari data arus lalulintas, dimana model Gravity (GR) digunakan sebagai model sebaran pergerakan. Jenis metode estimasi yang akan ditinjau pengaruhnya adalah: Kuadrat-Terkecil (KT), Kemiripan-Maksimum (KM), Inferensi-Bayes (IB), dan Entropi-Maksimum (EM). Sedangkan model pemilihan rute yang akan ditinjau pengaruhnya adalah model all-or-nothing dan keseimbangan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat tingkat keakurasian yang cukup tinggi dalam proses estimasi MAT. Hal tersebut ditunjukkan berdasarkan nilai optimum dari fungsi tujuan serta hasil pengujian statistik.

Download

Abstrak. Pemantauan aktivitas gunungapi dapat dilakukan dengan berbagai metode, dimana salah satunya adalah metode deformasi. Metode ini dapat diimplementasikan menggunakan beragam sensor dan teknik, dimana salah satunya adalah teknik yang menggunakan pengamatan terhadap satelit GPS (Global Positioning System). Makalah ini menjelaskan penggunaan metode survei GPS secara periodik untuk studi deformasi Gunungapi Ijen, gunungapi aktif tipe-A yang terletak di Jawa Timur. Dari hasil survei GPS yang telah dilaksanakan pada Juni 2002, April 2004, Juni 2004 dan Agustus 2005 teramati bahwa pada saat aktivitas gunung Ijen meningkat, pergeseran titik-titik pengamatan dapat mencapai sekitar 1-2 dm, baik dalam komponen horisontal maupun vertikal. Deformasi dalam level ini belum disertai dengan aktivitas letusan dari gunung Ijen.

Download